• Sel. Jun 22nd, 2021

Media Bangsa

Menyajikan Info Menarik dan Unik

Jakarta Bisa Lakukan Tes Spesimen 

Bymediahemat

Feb 26, 2021

Corona PerWARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini telah mengoperasikan Lab Container Covid -19 di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jalan Duren Sawit Baru, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dengan beroperasinya RSKD Duren Sawit tersebut, maka di Jakarta bisa melakukan 5.{135|one hundred thirty five|a hundred thirty five} tes spesimen per hari, atau 35.945 tes spesimen per Minggu.

Di mana kini Pemprov DKI Jakarta memiliki empat lab pemeriksaan PCR Covid-19, yaitu Labkesda, RSUD Tarakan, Labcon RSUD Pasar Minggu, dan Labcon RSKD Duren Sawit.

•Penumpang Membludak, BPTJ Turunkan Bus Bantuan di Stasiun Kereta, ini Jadwal dan Lokasinya

•Viral Foto dr Tirta ke Resto dan Bar, Begini Penjelasan Holywings Indonesia

•Cerita AHY, Pramono Edhie Minta Maaf Sebelum Meninggal dan Bermimpi Bertemu dengan Ani Yudhoyono

•Besok 15 Juni, Ditlantas PMJ Kembali Buka Pelayanan Delapan Gerai SIM, ini Lokasi dan Jadwalnya

“Alhamdulillah, kita berkolaborasi, bergotong-royong dengan Lab pemerintah pusat, Lab BUMN dan Lab swasta, sehingga DKI Jakarta memiliki jaringan {41|forty one} lab testing,” kata Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, dalam akun Instagram-nya @aniesbaswedan pada Selasa ({16|sixteen}/6/2020).

Target tes WHO, lanjut Anies adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen, dan {rapid|speedy|fast} {test|check|take a look at} tidak dihitung).

Untuk Jakarta artinya sekitar 10.645 orang dites per minggu.

Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 18.{105|one hundred and five|a hundred and five} orang di Jakarta dites PCR.

“Berkat gotong royong {41|forty one} lab tersebut, per 15 Juni kemarin kita secara kumulatif telah memeriksa tes PCR 211.411 spesimen dan 102.923 orang di DKI Jakarta. Jadi {total|complete|whole} tes PCR Covid-19 DKI Jakarta kini telah mencapai 9.669 per sejuta penduduk,” kata Anies.

Sementara itu, lanjut Anies, jumlah {rapid|speedy|fast} {test|check|take a look at} (RDT) di DKI Jakarta hingga 15 Juni adalah sebanyak 179.213 tes.

Kapasitas pemeriksaan ini akan terus ditingkatkan, karena pihaknya mengaktifkan pencarian kasus ({active|lively|energetic} case {finding|discovering}).

•Nadiem Izinkan Sekolah Buka Kembali, Namun Harus Penuhi Empat Syarat Ketat ini

•Tiba-Tiba Novel Baswedan Minta Dua Terdakwa Kasusnya, Dibebaskan, Kenapa?

•Disebut Curi Resep I Am Geprek Bensu, ini Penjelasan Jordi Onsu

•Ditanya UAS Terkait Kasus Novel Baswedan, ini Jawaban Hotman Paris

“Sekarang kita tidak hanya menunggu ada orang sakit datang ke faskes, tapi juga aktif mencari orang-orang yang sudah terpapar tapi tanpa gejala (OTG). Agar mereka tahu sudah terpapar dan bisa isolasi diri atau yang perlu dirawat segera bisa dirawat,” jelas Anies.

Karena itulah pihaknya akan melihat kenaikan grafik kasus positif, walaupun masih dalam rentang {normal|regular} {8|eight}-9% positivity {rate|price|fee} (temuan positif dibanding jumlah tes PCR).

Pengetesan itu sekarang hampir 2,5 kali lipat tiap hari, tujuannya menyelamatkan warga.

“Jadi bukan sekadar bertujuan menurunkan grafik, tujuan kita adalah menyelamatkan setiap warga Jakarta,” kata Anies.

PSBB Transisi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim belum ada tanda bagi ibu kota untuk kembali ke fase pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebelumnya.

Adapun saat ini, DKI tengah berada di PSBaB transisi menuju Jakarta sehat, aman dan produktif.

“Sejauh ini, evaluasi selama satu minggu terakhir atau 10 hari terakhir, indikator itu tidak nampak. Artinya kita sekarang bisa berkata bahwa selama satu minggu ini, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kita akan kembali ke PSBB,” kata Anies di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Selasa ({16|sixteen}/6/2020) petang.

Anies menjelaskan, indikator yang dimaksud adalah kesehatan masyarakat dan hasil epidemiologi yang menunjukkan kegiatan ekonomi-sosial-budaya tidak berdampak negatif terhadap keselamatan warganya.

•Lucu Banget! Ngambek Sama Raffi Ahmad, Rafathar Jalan Sambil Ngepot Kabur dari Nagita Slavina

Kata dia, yang menentukan kembali atau tidaknya DKI Jakarta ke fase PSBB bukanlah pemerintah daerah, tapi warga itu sendiri.

Masyarakat diminta konsisten terhadap protokol pencegahan Covid-19, seperti wajib memakai masker bila keluar rumah, berjaga jarak antar pribadi, rajin mencuci tangan dan sebagainya.

“Jadi yang menentukan adalah perilaku kolektif warga. Sebanyak {11|eleven} juta penduduk DKI itulah yang menentukan apakah kita akan terus melewati transisi ini dengan baik atau tidak,” ungkapnya.

Karena itu, sampai sekarang Anies belum ada rencana untuk mengeluarkan keputusan rem darurat (emergency brake {policy|coverage}) terhadap kebijakan PSBB transisi.

Kebijakan rem darurat akan dikeluarkan bila kasus Covid-19 di Jakarta meningkat dibanding PSBB tiga fase yang telah berjalan sejak 10 April sampai {4|four} Juni lalu.

“Testing (pengecekan) Covid-19 kami genjot untuk mendeteksi semua dan sejauh ini kami tidak melihat tanda-tanda itu (emergency brake {policy|coverage}),” jelasnya.

•Ansu Fati Pecah Kebuntuan, Babak Pertama Barcelona vs Leganes 1-{0|zero}

Salah satu pertimbangan DKI mengeluarkan kebijakan PSBB transisi adalah hasil angka reproduksi (Rt) Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia pada awal Juni lalu.

Saat itu, Rt di Jakarta berada di skor {0|zero},{99|ninety nine}.

Namun sepekan lebih PSBB transisi berjalan, angkanya masih tetap sama dengan awal Juni lalu. Kata dia, nilai Rt Covid-19 biasanya membutuhkan waktu selama satu sampai dua pekan.

Makanya peristiwa dua pekan lalu, baru akan terlihat hasilnya pada waktu ini.

“Jadi kalau untuk peristiwa selama sepekan terakhir ini, yah kita harus tunggu lagi 1-2 minggu ke depan. Dari kemarin hasil (Rt) masih {0|zero},{99|ninety nine},” ungkap Anies.

CHINA SUKSES UJICOBA VAKSIN VIRUS CORONA KE MANUSIA

Penelitian terbaru virus corona membawa kabar menggembirakan gembira terkait wabah Coronavirus atau Covid-19.

Ilmuwan China mengklaim mereka telah berhasil mengembangkan Vaksin Virus Corona yang diberi nama Coronavac.

Coronavac diproduksi oleh perusahaan obat-obatan di Beijing, China, Sinovac Biotech Ltd.

Vaksin Covid-19 ini telah diujicobakan kepada manusia dan hasilnya sangat menggembirakan karena antibodi {90|ninety} % partisipan merespon positif setelah diberi vaksin ini.

Indonesia melalui Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Jawa Timur, juga menjalin kerja sama dengan China untuk mengembangkan vaksin corona di Indonesia.

•BPOM Fasilitasi Penelitian Obat Covid-19 Universitas Airlangga Lewat Percepatan Izin Edar

•PENELITIAN Terbaru, Anda yang Pernah Kena Influenza Bisa Kebal dari Serangan Covid-19

Dailymail memberitakan, Sinovac Biotech Ltd, yang berbasis di Beijing, mengatakan bahwa imunisasinya aman dan mampu memicu respons imun.

Vaksin, yang disebut CoronaVac, menginduksi antibodi penetralan pada lebih dari {90|ninety} persen peserta uji coba dua minggu setelah mereka menerima suntikan.

Terlebih lagi, tidak ada pasien yang melaporkan efek samping yang parah, menurut siaran pers perusahaan tersebut, kemarin.

Uji coba, yang dilakukan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Jiangsu di China timur itu, dilakukan secara acak dan dilakukan pengontrolan yang ketat.

•Perkembangan Baru Penelitian Anti Virus Corona yang dilakukan Unair, BIN dan Gugus Tugas Nasional

•BREAKING NEWS:Penelitian Terbaru Virus Corona Rusak Testis dan Produksi Sperma, Kesuburan Pria Turun

Ilmuwan China mengklaim telah berhasil mengembangkan Vaksin Virus Corona setelah dalam uji coba ke manusia, {90|ninety} persen partisipan memberikan respon antibodi yang baik. Vaksin diproduksi Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing, China, dan produknya diberi nama CoronaVac. Vaksin ini menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang baik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari {130|one hundred thirty|a hundred thirty} upaya {global|international|world} untuk mengembangkan vaksin melawan COVID-19. (dailymail)Sejauh ini, 743 peserta sehat berusia antara 18 hingga {59|fifty nine} tahun telah menerima suntikan pada dua jadwal atau plasebo.

Dari {total|complete|whole} itu, 143 relawan berpartisipasi dalam Fase I, menguji keamanan imunisasi, yang merupakan jenis virus yang mati.

Orang dewasa yang tersisa berada di Fase II, melihat apakah antibodi akan dipicu setelah diberikan dua suntikan dalam 14 hari.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan kelompok lain dalam penelitian ini akan diberi suntikan pada interval 28 hari untuk melihat apakah itu lebih efektif.

“Studi Fase I / II kami menunjukkan CoronaVac aman dan dapat memicu respons kekebalan,” kata CEO Sinovac, Weidong Yin, dalam sebuah pernyataan.

Weidong Yin menambahkan, “Kami menyimpulkan studi klinis Fase I / II kami dengan hasil yang menggembirakan ini adalah tonggak penting lain yang telah kami raih dalam perjuangan melawan COVID-19.”

Weidong mengatakan, Sinovac telah mulai membangun fasilitas manufaktur untuk bersiap mulai membuat dosis jika percobaan lebih lanjut menunjukkan keberhasilan dan jika vaksin disetujui.

“Seperti halnya vaksin kami yang lain, kami berkomitmen untuk mengembangkan CoronaVac untuk penggunaan {global|international|world} sebagai bagian dari misi kami menyediakan vaksin untuk menghilangkan penyakit manusia,” katanya.

Sinovac sedang bersiap untuk segera menyerahkan hasil Tahap II dan rencana untuk uji coba Tahap III ke Administrasi Produk Medis Nasional China serta aplikasi untuk uji coba Tahap III di negara-negara internasional.

Pekan lalu, perusahaan mengumumkan bahwa mereka bermitra dengan Instituto Butantan yang berbasis di São Paulo untuk memulai uji coba CoronaVac Fase III di Brasil.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari {130|one hundred thirty|a hundred thirty} percobaan di seluruh dunia dalam berbagai tahap pengembangan untuk vaksin melawan COVID-19.

Sinovac adalah satu dari lima perusahaan China yang telah mencapai pengujian manusia, langkah terakhir sebelum disetujui untuk distribusi publik.

Moderna juga mengumumkan bulan ini bahwa mereka telah menyelesaikan protokol untuk uji klinis fase III dari vaksin COVID-19, yang diharapkan akan dimulai pada bulan Juli.

Vaksin Corona di Indonesia

Bagaimana perkembangan vaksin corona di Indonesia?

The Jakartapost melaporkan, peneliti dan pihak berwenang Indonesia telah meyakinkan bahwa pengujian vaksin COVID-19 pada hewan dan manusia akan memenuhi standar etika dan menjalani prosedur yang ketat.

Hal ini karena organisasi-organisasi hak hewan keberatan dengan pengujian hewan dalam merumuskan vaksin.

Indonesia sedang berusaha mempercepat pengembangan vaksin Covid-19 lokal.

Ada konsorsium yang melibatkan antara lain, perusahaan farmasi milik negara PT Bio Farma dan Institut Eijkman untuk Molekul Biologi.

Konsorsium ini telah menyelesaikan urutan genom lengkap dari sampel coronavirus dari Indonesia pada awal Mei 2020, sebagai bagian dari tahap awal pengembangan vaksin.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan para peneliti harus menjelaskan penelitian mereka dengan jelas dan objektif kepada subyek manusia mereka, yang harus memberikan persetujuan sebelum melanjutkan uji coba.

Prototipe vaksin juga harus melalui uji coba hewan untuk mencegah efek buruk pada manusia dan memastikan keamanan dan efektivitas vaksin.

Universitas Airlangga Kerja Sama dengan China

Sukses China meneliti vaksin membuat Indonesia kini menjalin kerja sama dengan negeri tirai bambu tersebut dalam pengembangan vaksin Covid-19.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah melalui Lembaga Biomolekuler Eijkman dan Universitas Airlangga juga terus berupaya menggelar serangkaian penelitian untuk menemukan vaksin tersebut.

Penelitian yang dilakukan Lembaga Eijkman dan Universitas Airlangga menyesuaikan dengan karakter Virus Corona yang menyebar di Indonesia.

“Upaya untuk mengembangkan vaksin juga melalui kerja sama bilateral dengan pemerintah China melalui perusahaan Sinovac,” kata Wiku saat menyampaikan keterangan pers di hadapan media luar negeri di kanal youtube Sekretariat Presiden, Kamis ({11|eleven}/6/2020).

•Jika sudah Ditemukan, Siapakah yang lebih dulu Dapatkan Vaksin Virus Corona? Ini Jawabannya

•Amerika Serikat Punya Bukti China Coba Sabotase Pembuatan Vaksin Covid-19

“Sejumlah penelitian yang dilakukan Lembaga Eijkman dan Universitas Airlangga menyesuaikan dengan karakteristik Virus Corona di Indonesia,” lanjut dia.

Sebelumnya, Wakil Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Herawati Aru Sudoyo menyampaikan bahwa LBM Eijkman ikut serta dalam menemukan dan membuat vaksin Covid-19.

Hera menyebutkan, sambil menunggu ketersediaan vaksin, semua elemen masyarakat harus tetap menerapkan protokol hidup sehat, serta menjaga jarak dan interaksi sosial.

Sampai saat ini sudah ada {115|one hundred fifteen|a hundred and fifteen} kandidat vaksin dari seluruh dunia untuk Covid-19. Delapan di antaranya siap untuk uji klinik, dan dua sudah siap untuk diuji di Indonesia.

Apa jenisnya?

Pakar penyakit menular China Dr Zhong Nanshan menyebut vaksin virus corona dari negaranya kemungkinan bisa digunakan untuk penggunaan darurat dalam beberapa bulan mendatang atau sekitar awal September.

Sebuah laporan pemerintah ‘Fighting COVID-19: China in Action’ mengungkap setidaknya lima vaksin yang dikembangkan oleh ilmuwan China sedang menjalani tahap uji coba pada manusia.

Mengutip CGTN, dalam laporan tersebut dituliskan peneliti China tengah berlomba dengan waktu untuk mengembangkan vaksin dengan lima rute teknis seperti vaksin tidak aktif, vaksin asam nukleat, vaksin protein rekombinan, vaksin vektor adenovirus, dan vaksin menggunakan virus influenza yang dilemahkan sebagai vektor.

•Upaya Bikin Vaksin Covid-19, Indonesia Kerja Sama dengan Norwegia dan Cina

Adapun vaksin buatan China yang sudah memasuki tahap uji coba ke manusia antara lain:

-Non-replicating viral vector vaccine yang dikembangkan CanSino Biological.
-Inactivated vaccine yang dikembangkan Wuhan Institute of Biological Products.
-Inactivated vaccine yang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products
-Inactivated vaccine yang dikembangkan Sinovac

Sebelumnya, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China Gao Fu mengatakan vaksin corona yang saat ini berada di fase 2 atau fase {3|three} uji klinis kemungkinan dapat tersedia ketika terjadi gelombang kedua wabah COVID-19.

“Kami berada di garis depan untuk pengembangan vaksin, dan kami mungkin memiliki vaksin yang siap untuk penggunaan darurat pada bulan September,” kata Gao dikutip dari CNBC.

“Vaksin yang baru dikembangkan ini, yang masih dalam uji klinis fase dua atau fase tiga, dapat digunakan untuk beberapa kelompok khusus, misalnya petugas kesehatan,” lanjutnya.

Jokowi Targetkan Peneliti Indonesia Produksi Vaksin Covid-19 pada Akhir Tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para peneliti di Indonesia segera menemukan vaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai rapat terbatas, Kamis ({4|four}/6/2020).

“Terkait vaksin, Indonesia harus mandiri. Target Indonesia bisa memproduksi akhir tahun ini.”

“Sehingga tadi Presiden menginstruksikan peneliti kita untuk mencari, menemukan vaksin untuk digunakan Indonesia sendiri,” kata Muhadjir Effendy.

•DETIK-detik Novel Baswedan Disiram Air Keras Versi Terdakwa Ronny Bugis, Mengaku Cuma Ikuti Arahan

Meski terdapat 147 lembaga di dunia yang saat ini sedang menyusun vaksin, menurut Muhadjir Effendy, lembaga tersebut akan memprioritaskannya untuk negaranya sendiri.

•Ini yang Bikin Ronny Bugis Akhirnya Cerita ke Atasan Soal Novel Baswedan Disiram Air Keras

“Sementara kita punya 270 juta warga, sehingga mau tidak mau tidak mungkin mengandalkan impor.”

“Jadi harus siap-siap melakukan riset vaksin untuk Indonesia sendiri,” tuturnya.

Selain itu, menurut Muhadjir Effendy, Presiden juga meminta alat untuk mengambil sampel di tenggorokan sebagai bagian dari tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bisa diproduksi di dalam negeri.

•Siram Novel Baswedan Pakai Air Aki, Rahmat Kadir: Dia Pengkhianat, Lupa Diri!

Saat ini pengadaan alat tersebut masih mengandalkan dari negara lain.

“Ada satu hal yang harus diselesaikan Pak Menristek, yaitu coloknya untuk hidung dan tenggorokan belum produksi, padahal PCR sudah bisa.”

“Karena itu tadi Bapak Presiden meminta itu untuk dipenuhi, sehingga tidak lama kita bisa menggunakan PCR dalam negeri sendiri yang kualitasnya sudah teruji secara medis,” bebernya.

•Ganjar Pranowo: Anda yang Mengeluh Capek Tangani Covid-19, Mundur Saja

Sebelumnya, Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengajak masyarakat tak menunggu vaksin jika ingin tak tertular Covid-19.

Menurut Wiku, pembuatan vaksin butuh waktu lama.

“Sebenarnya kita enggak usah tunggu-tunggu itu.”

•KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan, Satu Orang Masih Buron

“Yang paling penting pendekatan preventif, itu sebenarnya ada di diri kita masing-masing adalah mencegah saja,” kata Wiku di BNPB, Selasa (2/6/2020).

Menurut Wiku, tindakan preventif yang bisa dilakukan sekarang adalah tetap mengacu pada protokol kesehatan yang sudah berulang kali disampaikan oleh pemerintah.

“Praktikkan saja itu secara disiplin, baik individu maupun disiplin secara kolektif.”

•Gubernur Lemhannas: Kalau Bosan di Rumah, Alternatifnya Terpapar Covid-19 dan Tinggal di Rumah Sakit

“Kita selalu mengingatkan orang, orang mengingatkan kita,” lanjutnya.

Jika itu sudah dilakukan secara disiplin, kata Wiku, maka setiap orang bisa produktif dan aman dari Covid-19.

“Hal yang paling penting soal imunitas, jangan panik.”

•PIDATO Lengkap Jokowi dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila: Kita Harus Tampil Sebagai Pemenang

“Kalau kita tahu, saya kembali ulangi lagi, kenali musuhmu, kenali dirimu, seribu kali kau perang, seribu kali kau menang.”

“Jadi kalau kita sudah tahu caranya virus itu bekerja, dia akan bingung sendiri virusnya.”

“Jadi kalau kita sudah begitu, enggak panik, imunitas kita naik, dan bisa saja kita mampu dan semisal kita terinfeksi, kita bisa melawannya dan kita tetap sehat,” papar Wiku.

•KRONOLOGI Brigadir Leonardo Latupapua Gugur Dibacok Simpatisan ISIS, Mobil Patroli Dibakar

Sebelumnya, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun.

Namun demikian, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun, tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (7/5/2020).

•Gaji Dewan Pengawas Sampai Seratusan Juta, Pakar Hukum Bilang KPK Berubah Jadi Kantor Pencari Nafkah

“Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya.”

“Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, Indonesia beruntung karena sejak awal pemerintah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, bukan karantina wilayah atau lockdown.

•Terbitkan SE {4|four}/2020, Doni Monardo: Saya Tegaskan Sekali Lagi, Mudik Dilarang, Titik!

PSBB adalah pembatasan kegiatan di tempat umum atau di fasilitas umum dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak antar-orang.

“Artinya, dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi memang dibatasi.”

“Masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar.”

•UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia; Pasien Sembuh Tembus 2.317 Orang, 12.438 Positif, 895 Wafat

“Saya melihat di beberapa daerah dari informasi yang saya terima, jalannya sepi tetapi di kampungnya masih berkerumun ramai.”

“Di kampungnya masih banyak yang bergerombol ramai.”

“Padahal interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan,” tuturnya.

•Target Jokowi: Penyebaran Covid-19 Turun Bulan Ini, Sedang pada Juni, dan Ringan di Juli

Upaya tersebut harus terus dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19.

Tetapi, kepala negara juga ingin agar roda perekonomian tetap berjalan.

Untuk itu, masyarakat masih bisa beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

•Tangan Saksi Panas dan Gatal Saat Pindahkan Gamis Novel Baswedan Setelah Disiram Air Keras

“Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti dengan disiplin protokol kesehatan.”

“Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan.”

“Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga, serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur,” paparnya.

{400|four hundred} Juta Dosis Vaksin

Sementara itu, AstraZeneca telah mencapai kesepakatan dengan Aliansi Vaksin Inklusif Eropa (IVA), yang dipelopori Jerman, Prancis, Italia dan Belanda, untuk memasok {400|four hundred} juta dosis vaksin Covid -19.

Vaksin produksi AstraZeneca-University of Oxford Inggris ini akan dikirim pada akhir tahun 2020 .

Dengan perjanjian hari ini, IVA bertujuan untuk mempercepat pasokan vaksin dan membuatnya tersedia untuk negara-negara Eropa lainnya yang ingin berpartisipasi dalam inisiatif ini.

IVA berkomitmen untuk menyediakan akses yang adil ke semua negara yang berpartisipasi di seluruh Eropa.

Adrian Kemp, Sekretaris Perusahaan AstraZeneca, dalam {website|web site} resminya menyebutkan, AstraZeneca terus membangun sejumlah rantai pasokan secara paralel di seluruh dunia, termasuk untuk Eropa.

Perusahaan berusaha untuk memperluas kapasitas produksi lebih lanjut dan terbuka untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam rangka memenuhi komitmennya untuk mendukung akses ke vaksin tanpa keuntungan selama pandemi.

Pascal Soriot, Kepala Eksekutif, mengatakan: “Perjanjian ini akan memastikan bahwa ratusan juta orang Eropa memiliki akses ke vaksin Universitas Oxford setelah mendapat persetujuan.”

Perusahaan ini akan mulai berproduksi dan berharap dapat membuat vaksin tersedia secara luas dan cepat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jerman, Prancis, Italia dan Belanda atas komitmen dan tanggapan cepat mereka,” katanya.

Perusahaan baru-baru ini menyelesaikan perjanjian serupa dengan Inggris, AS, Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi dan Gavi Aliansi Vaksin untuk {700|seven hundred|seven-hundred} juta dosis.

Selain itu, perusahaan juga menyetujui lisensi dengan Serum Institute of India untuk penyediaan tambahan satu miliar dosis, terutama untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Total kapasitas produksi saat ini berdiri di dua miliar dosis.

Universitas Oxford bulan lalu mengumumkan dimulainya uji coba AZD1222 Fase II / III di Inggris pada sekitar 10.000 sukarelawan dewasa.

Uji coba tahap akhir lainnya akan dimulai di sejumlah negara.

AstraZeneca mengakui bahwa vaksinnya mungkin tidak berfungsi tetapi berkomitmen untuk mengembangkan program klinis dengan cepat dan meningkatkan produksi yang berisiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *